Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Cuap-cuap penulis.

Cuap-cuap penulis.    Ada banyak bayang-bayang di dinding itu dan aku salah satunya. Merenung dalam ruang yang berisi mimpi-mimpi. Menekukan kaki, merengkuh bayang dan menyelam dalam diam. Mulutku hampir kehabisan kata-kata lagi. Dan tanganku hampir berhenti menulis lagi. Aku tidak ingin berhenti dari sesuatu hal yang sudah melekat dalam diriku. Dan untuk ini, tidak ada yang bisa melarang, menyuruh, atau bahkan memaksaku untuk tidak melakukan menulis lagi.    Dengan menulis, mimpiku semakin nyata. Walaupun kenyataannya berada di dunia mimpi. Pertahankan semua itu cukup sulit. Tapi aku bisa mengatasinya. Hampir aku kehilangan imajinasiku lagi. Yang padahal dulu nyambung kemana-mana. Mulai dari Peri Payung, Pangeran Kepompong sampai penyihir Say Keledai. Aku tidak ingin melepaskan imajinasi ini untuk kesekian kalinya. *    Menjadi salah satu yang sering dikucilkan, membuatku muak akan teman-teman yang katanya punya intelektual lebih tinggi. Menyon...